Pengarang: Ping Homeric
Penerbit: KosaKataKita, Jakarta
Tahun : 2010, Oktober
Tebal : viii+ 42 hal
Salah satu buku kumpulan puisi favorit saya adalah Only Companion, Japanese Poems of Love and Longing, yaitu kumpulan tanka yang terentang selama seribu tahun dari para penyair Jepang sejak abad 9 hingga abad 20. Puisi-puisinya sederhana, ringkas, namun indah. Melalui pengamatan terhadap berbagai keadaan alam, seperti angin, hujan, musim, bulan, tumbuhan dan isi hutan, para penyair tersebut menggambarkan cinta, kesendirian dan kefanaan hidup manusia.
Karamel – terdiri dari 28 puisi - bukan tanka, tapi memiliki kesederhanaan dan keindahan yang hampir sama, seperti puisi berikut ini,
kujala setiap senyummu
kuawetkan satu demi satu dengan teliti
lalu kuselipkan ke dalam buku hati
jadilah penunjuk halaman jiwa ini
Puisi lain tentang cinta dan kesendirian, misalnya:
I slice open that tranquil sky
to see if I can find your smile
hidden behind the span of pale clouds
instead, I find this massive silence
pouring down as the afternoon rain
soaking into my loneliness
Mengingatkan saya pada tanka berikut,
At daybreak mist
continues to falls, constant
as my faling tears.
And now this grieving wind
Sings through all that’s left behind
(Lady Sagami)
Carried by breezes,
The blossoms all drift away.
I can’t know where they go,
only that my heart remains
alone here deep inside me
(Saigyo)
Puisi lainnya yang berkaitan dengan alam misalnya,
kuberdiri di bawah dinginnya mentari
di atas hamparan kelabu sabana yang menutupi wajah
ilalang kering tumbuh di padang ingatan tua
akankah angin musim menghembus mu kembali?
Terdapat juga puisi yang bernada humor,
matamu sampan
bulan terlelap di dalam
lentik bulu matamu, menari ilalang
di tepian, aku datang
mengail di jernihnya hatimu
No comments:
Post a Comment