Thursday, September 21, 2006

COSMOS




Pengarang : Carl Sagan
Tebal : 450 halaman
Tahun : 1997
Penerbit : YOI (edisi terjemahan bhs Indonesia)
Penerjemah : Prof. Bambang Hidayat dkk

Pendapat Dr. Carl Sagan bahwa seluruh masyarakat harus memiliki pengetahuan dasar tentang sains mutakhir dilaksanakan dengan membuat serial televisi "Cosmos" beserta buku berjudul sama, yang lebih rinci dari serial televisi. Meskipun serial televisinya tidak pernah diputar di Indonesia, namun bukunya telah diterjemahkan, meski hampir tidak tampak di toko buku. Buku asli edisi hardcover dilengkapi dengan 250 ilustrasi berwarna, sehingga sangat menarik. Buku terjemahan berbahasa Indonesia dilengkapi 14 halaman ilustrasi berwarna.
Dalam Cosmos, penulis menguraikan bahwa alam semesta sangatlah luas, dan bumi hanyalah satu titik kecil yang tidak berarti diantara ratusan milyar galaksi yang setiap galaksinya terdiri dari rata-rata seratus milyar bintang, dan sejumlah planet sebanyak bintangnya atau seluruhnya 10 miliar triliun. Bumi terletak di titik terjauh sebuah galaksi yang redup. Selain hanya bagai setitik debu, umur bumi (empat milyar tahun) dan matahari juga hanya sekejap mata, karena alam semesta telah berumur sekitar lima belas sampai dengan dua puluh milyar tahun.
Buku ini tidak hanya menjelaskan tentang astronomi, namun sekilas secara sederhana juga menerangkan tentang proses seleksi alam, yaitu bahwa makhluk hidup yang ada di bumi telah melalui proses evolusi melalui seleksi alam. Hal ini antara lain terbukti dari data fosil yang menunjukkan bahwa lebih banyak makhluk hidup yang telah punah dari pada yang kini hidup, bahwa data fosil tidak menunjukkan arah tertentu serta seperti bersifat coba-coba, dan fakta bahwa manusia dapat mengarahkan sifat dan bentuk tumbuhan maupun binatang sehingga menjadi species baru hanya dalam beberapa ribu tahun, tidakkah dalam jutaan tahun evolusi dapat mengubah lebih banyak lagi, yang tidak terbayangkan oleh manusia ? Sehingga evolusi adalah fakta. Selanjutnya diuraikan pula mengenai asal mula kehiupan di bumi, DNA, dan lain-lain.
Usaha manusia untuk mengenal alam semesta tidaklah mudah. Sejarah menunjukkan, bahwa sampai dengan abad 16 bumi masih dianggap sebagai pusat alam semesta, sampai Copernicus dan Keppler menyatakan bahwa bumilah yang bergerak mengelilingi matahari. Namun untuk itu mereka harus berjuang melawan pendapat pada saat itu yang menyatakan sebaliknya, sampai Newton mempertegas kesimpulan mereka dengan teori gravitasinya. Hal ini menunjukkan, bahwa dengan usaha keras manusia dapat mengerti hukum alam semesta.
Selain hal-hal di atas, diuraikan pula tentang komet, planet Mars, perjalanan Voyager ke planet Yupiter, bintang-bintang, galaksi dan kisah ilmuwan Yunani pertama.
Membaca buku ini akan menyadarkan kita akan betapa luas dan menakjubkannya alam semesta, dan betapa berharganya bumi meskipun di alam semesta bumi hanya bagaikan setitik debu.
Sayang sekali bahwa terjemahan buku ini yang seharusnya dapat dibaca oleh seluas mungkin masyarakat dicetak dalam bentuk yang kurang menarik, tidak dipromosikan, dan sulit didapat di toko buku.

7 comments:

Usman Surya said...

Saya punya terjemahan ini. Kata pengantarnya dari bapak bambang hidayat dan beliau juga yang menerjemahkan. Benar kata saudara, buku ini dikemas secara tidak menarik sehingga lepas dari jangkauan. Masalahnya sepertinya jelas, ongkos produksi nya sepertinya sangat minim. Dengan hampir 500 halaman tentunya sangat mahal untuk menjadikannya lux.

Ikhsan Heru said...

Dimana Dapatkan buku tersebut?

Rati said...

Buku ini sudah lama, mungkin masih ada di toko2 buku seken..

muhammad syukri said...

Bisa pesan via online ini buku?

Rati said...

Bisa

muhammad syukri said...

Gimana caranya mbak?? Boleh minta nmor kontaknya??

Rati said...

081388515160